Ahok meninjau bus itu di halaman Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (15/6/2016). Ada juga Direktur Penting PT Transportasi Jakarta Budi Kaliwono.
Usai meninjau satu bus itu, Ahok mengemukakan pada jurnalis bahwa Jakarta tidak miliki pilihan tidak cuma menggalakkan transportasi massal, seperti bus. Soalnya, pertumbuhan kendaraan pribadi di Jakarta pass menakjubkan. Bahkan angkanya dapat menciptakan bule Mercedes-Benz tercengang.
"Karena Jakarta enggak ada pilihan. Satu hri, Jakarta bertambah 300 mobil, tambah Tangerang, Bekasi, Depok menjadi 800. Tiap hri nambah, menjadi si bule (perwakilan Marcedez-Benz) dari Jerman itu kaget," kata Ahok.
Belum lagi jika pertumbuhan motor ikut dihitung. "Sehari tertulis 1.000 lebih, 1.200 hingga 1.400. Kaget beliau. Menjadi nyaris 45 ribu per bln," kata Ahok.
Sehingga susah mengakomodasi sejumlah kendaraan itu di jalanan Jakarta. Rasio jalan & kendaraan telah tidak masuk akal.
"Kamu ingin bangun jalan berapa juga enggak beres," kata Ahok.
Pengadaan bus TransJakarta dapat digalakkan. Ahok menyebut uang utk membeli bus tidak butuh dirisaukan. "Kalau ini (purwarupa Mecedes-Benz) keren, kita serentak beli merem 100 satuan. Budget mah enggak usah ngomong," tutur Ahok.
Mestinya, pengelolaan bus TransJakarta tidak menemui kesukaran. Ada Rupiah 3,2 triliun setahun dalam rangka subsidi Publik Service Obligation (PSO). Pendapatan utk para sopir pun tergolong baik.
"Makanya bila jadi direksi TransJakarta tetap enggak ngerti, melampaui batas. Masak gubernur yg mengajari hingga mekanisme kerja hingga operasi aku yg mengajari, macam mana?" papar Ahok.

0 Response to "Ahok : Perwakilan Mercedes-Benz Kaget Mobil Jakarta Tambah 300 Mobil Per hri"
Post a Comment